Langsung ke konten utama

DILEMA SENJA

CINTA, SENI DAN TERADISI

Sandra gadis desa berkacamata, kulit putih tapi tak bermahkota.
Sandra gadis remaja, rumah Sandra jauh dari peradaban kota.
Usia Sandra semakin tua, kisah hidup Sandra tertulis perkata - kata.
Waktu yang semakin tua, kata demi kata tursusun menjadi kalimat bermakna.

Suatu ketika Sandra bertemu dengan lelaki kota, tubuh gagah tak berpangkat.
Lelaki tak berpangkat penebar racun cinta, racun cinta bergelora membakar paras dan kalimat.
Sandra terpukau oleh lelaki tak berpangkat, kisah hidup Sandra yang semakin beragam mulai terlihat.
Gerak gerik dan pergaulan mulai berubah meningkat, Sandra terpukau dan lupa bahwa dirinya wanita yang memiliki derajat bukan pangkat.

Derajat wanita yang baik tak mudah terpukau dengan asal laki - laki yang memikat.
Lelaki yang memikat adalah lelaki yang berani bertangung jawab.
Derajat wanita memiliki seni, seni kelak kelok kadang ada dan kadang menghilang itu menjadi kunci.
Kunci betapa pentingnya wanita untuk di miliki, selagi ada dan selagi pergi.
Kesetian lelaki disitulah diuji, karena cinta dan seni saling terintegrasi.
Integrasi dan kolerasi antar cinta dan seni susah dimengerti, namun karena semua itu adalah teradisi.
                                  
                                                                                                                                   @ihsan.tvtabung

Komentar